Bepannaah ( 19 Maret 2018 ) : JANJI YASH TERHADAP ZOYA, KEMATIAN TRAGIS YASH DAN PUJA DI HARI JADI PASANGAN MEREKA MASING-MASING, PERTEMUAN ZOYA DAN ADITYA





BEPPANAH EPISODE 1
SINOPSIS BY Made Titis Maerani

Index Film  : Dengan cara yang paling tragis ketika pasangan mereka meninggal dalam kecelakaan mobil, kehidupan Zoya dan Aditya terjalin. Korban tewas ditemukan saling berpegangan tangan.  Aditya dan Zoya jatuh cinta dengan pasangan masing-masing, sampai suatu hari dunia mereka bertabrakan dengan perubahan yang paling mengejutkan. Pasangan mereka ditemukan bersama, setelah kehilangan nyawa mereka dalam kecelakaan yang brutal! Berurusan dengan kerugian yang tak tertahankan, Aditya dan Zoya dibanjiri oleh banyak pertanyaan yang tak terjawab - mengapa pasangan mereka bersama? Apakah mereka berselingkuh?
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Suara penyiar radio berkata “selamat pagi Mussoorie, kalian sedang mendengarkan lagu-lagu romantis, cuacanya sangat menyenangkan hari ini, dalam suasana yang ceah ini ku persembahkan lagu untuk mu lagu romantic dari film hum dono, dengarkanlah terus radio Zindagi”. Lagu Abhi Na Jao Chhod diputarkan, seorang pria sedang menyiram tanaman membawa radio bersama dengannya saat ia pergi, sementara itu seorang wanita muda (Zoya) sedang membuat tembikar dari tanah, Zoya menoleh dan kemudian menyanyikan lagu “Malam bersinar terang!" namun Zoya melupakan lirik dari lagu tersebut.

Zoya bertanya-tanya “apa baris selanjutnya?”.. ayolah Zoya!”…, ini adalah lagu faforit Yash, tapi bahkan kau tidak bisa menyanyikan lagi tersebut tanpa Yash”. Zoya membentuk tembikarlalu memotong bagian atasnya, ia menjerit keskitan kemudian Zoya  merubahnya menjadi bentuk hati. Zoya mengusap peluh di dahinya dan wajahnya kotor oleh tanah liat. Zoya tersenyum senang dan berkata “Wow, aku telah melakukannya.. Yash aku berharap kau menyukainya, bahkan jika kau tidak menyukainya kau pun masih akan mengatakan  pikiran itu bertiup dan menabjubkan, itu juga untuk menyemangati aku, tapi aku segera bisa mengenali/ mendeteksi/ mengungkap  kebohongan mu, ya kan?”. Zoya tersenyum dan memanggil nama Yash.

Alaram bordering sementara itu seorang pria (Aditya ) masih tertidur dengan sangat nyenyak. Di Mussoorie Zoya berlari menuju kerumahnya, Aditya berusaha untuk mematikan alaram pada jam dengan menggunakan kakinya namun ia menjatuhkannya, Aditya membenamkan kepalanya kembali di bantal dan menarik selimutnya.
Zoya tiba dirumahnya dan memanggil “Yash…, Yash bangunlah!.., aku punya kejutan untuk mu”
Suara seorang pria berkata “tolong biarkan aku tidur”, sementara iru Zoya begitu gembira ia bergegas masuk dan sorang wanita (Puja) berusaha untuk membangunkan suaminya (Aditya) berkata “ diamalam hari kau mengatakan bahwa kau tidak mengantuk, dan dipagi hari kau mengatakan bahwa kau tidak bisa bangun, terkadang aku merasamembangunkan seorang anak untuk pergi kesekolah, ayo bangunlah.., kau tidak akan menyerah begitu saja”. Puja membuka  tirai dan cahaya matahari terpantul kea rah Aditya, pria itu terbangun karena pandangannya silau dan berkata “Hentikan Puja”.., apakah ini cara mu membangunkan sesorang ?”. aditiya kesal dan melemparkan bantal namun Puja menangkap bantal dan menatapnya, Puja berkata pada Aditya “kau bahkan tidak perlu membangunkan sesorang yang bisa bangun sendiri”. Aditiya terlihat sangat kesal, dan berkata pada Puja “ ini memang garis yang sangat bagus, tapi kedengarannya seperti tagkline iklan the, bahkan aku merasa ini garis dari bauku self help”.

Aditya terus berbicara dan puja hanya terdiam, Adituya bertanya buku self help apa itu?”. Puja mengembalikan jam ke meja dan akan bergegas pergi, Aditya bertanya pada Puja “ sekarang kau tidak akan berbicara?”.., setidaknya bicaralah pada ku, kau sudah membangunkan aku lebih awal bahkan kau tidak mau berbicara?”.., baiklah kalau begitu jangan berbicara, aku akan memberitahu bos ku untuk mengirim ku ke tempat yang lain bukan tempat sepoerti Kathmandu, faktanya jauh dari mu ke benua yang lain ke New York.., aku akan pergi kesana dan tidur sepanjang hari”. Puja hanya terdiam, Aditya kembali menarik selimutnya dan kembali tertidur “Selamat malam” Puja kesal dan berkata poda Aditya “baiklah kapten Hooda, pergilah kemanapun  sejauh yang ingin kau mau”. Puja berbalik dan pergi, Aditya kembali bangun dan berkata “Aku akan bersiap-siap”.

Di Mussoorie, Zoya masih memanggil Yash, namun ruangan kamarnya kosong. Zoya bertanya-tanya dalam kecemasannya “kemanakah dia pergi?” dan kembali memanggil suaminya Yash, Zoya bertanya-tanya kembali “Kemanakah dia pergi?”. Zoya memutuskan untuk menelpon namun nomor tersebut tidak dapat di hubungi”. Zoya terlihat kebingungan “Diluar jangkuan?” .. kemanakah dia pergi?”. Zoya berteriak memanggil Hassena dan berlari keluar ia tetap memanggil nama Yash saat keluar dari kamarnya, ia berjalan memanggil nama Hassena dan Dayal. Seorang wanita datang menemui Zoya, dan Zoya bertanya pada wanita itu “Hassena, apakah kau melihat Yash dimanapun?”. Hassena mengatakan pada Zoya “ aku sedang mengupas wortel, dan karenanya aku…” zoya mengatakan “ Hassena aku bertanya tentang suami ku bukan tentang wortel”. Zoya bertanya pada paman Dayal “ apakah kau sudah melihat Yash dimanapun?”. Dayal berkata pada Zoya “ Ya, aku telah melihatnya?”. Zoya bertanya pada Dayal “diamana?”. Dayal menjawab “kemarin..,  bahkan aku telah melihatnya kemarin”. Zoya berkata pada Dayal “aku sedang berbicara tentang hari ini”.

Paman Hari datang menemui Zoya dan Zoya bertanya “Paman Hari,  apakah kau sudah melihat Yash?”. Dengan penuh keraguan, Paman Hari menjawab pertanyaan Zoya “Ya, aku telah melihatnya pergi keluar di pagi hari, di hari ini dengan mengenakan jaket Hoodie”. Zoya lega dan menghela nafasnya dan berkata “  jadi, dia keluar  untuk jooging”. Zoya menegur ketiga pelayannya “  kalian bertiga, terkadang tidak mungkin …, ngomong-ngomong, aku minta maaf, aku telah melakukan adegan yang tidak perlu, kalian semua bisa pergi”. Ketiga pelayannya akan pergi, namun Zoya kembali menghentikan mereka dan berkata “ tidak, tunggu sebentar!.. aku ingin pendapat dari kalian semua, tunggulah disini aku akan segera kembali”. Zoya masuk kekamarnya dan Dayal bertanya-tanya “ aku tidak tahu apa yang akan di tunjukannya kepada kita”
Zoya kembali menemui ketiga pelayannya dan membawa hasil karyanya saat membuat tembikar berbentuk hati, Zoya menunjukannya kepada ketiga pelayannya dan bertanya kepda mereka “Katakanlah kepada ku, bagaimana dengan pendapat kalian dengan bentuk seperti ini?” .., katakanlah kepada ku bagaimana dengan bentuknya?” .  Hassena berpendapat “ ini sangatlah bagus!”. Lalu Hassena bertanya kepada paman Hari “apa itu?”. Paman Hari mengatakan “Itu terlihat seperti kuda?”. Dayal mengatakan “Tidak, itu terlihat seperti gajah”. Zoya bingung dan bertanya-tanya tentang bentuk tembikar buatannya “Kuda?”.., seekor gajah?” .., apakah benar bentuknya jadi benar-benar aneh?” .. apakah kau masih tidak mengerti apa ini?” . suara Yash terdengar dan mengungkapkan pendapatnya “ Itu tidaklah anaeh tapi unik”.
Zoya terkejut dan menoleh ia menemukan Yash sedang berdiri di pintu,  Yash tersenyum dan Zoya pun tersenyum. Yash mengatakan “  itu sama seperti diri mu”. Yash berjalan masuk menemui Zoya dan mengatakan “ini adalah hati mu yang ingin kau berikan kepada ku, apakah aku benar?”. Zoya tersenyum dan memeluk Yash dan berkata “benar-benar tepat”

Di Mumbai, Aditya masuk ke kamar mandi dan berdiri didepan kaca cermin, Aditya berkata “ pergi kemana pun kau mau, Wow!”. Aditya memanggil Puja dan bertanya “dimanakah  pasta gigii gel ku?”. Puja berkata “aku akan mendapatkannya besik, Adi”.., silahkan gunakan itu untuk satu hari” aditya mengatakan “Baiklah Ma’am”. Aditya kesal dan berkata “dia membangunkan ku sebelum waktunya  dan sekarang pastat gigi ini pun salah, wow!” . aditya menyikat giginya sementara itu ibu Puja datang menemui Aditya dan memukul kepalanya, ibu Puja mengatakan “bukan dia yang salah, tetapi kau yang salah, dia selalu ingat tentang hal kecil tentang mu, tentang pasta gigi mu setelah selesai  dan juga segala sesuatu yang lainnya dank au sudah lupa tentang kesempatan yang begitu  besar ?”. aditya terkejut dan mengingatnya ia berkata “Ulang tahun?”. Aditiya membersihkan dirinya dan Ibu Puija mengatakan pada Aditya “Bukan hari jadi, tapi hari ini ulang tahunnya”.

 Aditya terkejut, Ibu puja memarahinya “Ditambah lagi  kau begitu banyak mengatakan kepadanya  kau akan pergi jauh dan kau akan pergi ke New York dan banyak hal yang buruk” ibu Puja pergi dan meninggalkan Aditya sendirian. Aditiya terdiam dan bergegas keluar dari kamar mandi, namun ia melihat Puja sedang mengemas pakiannya, Puja membawa sari merah dan di bawahnya tersimpan buku hariannya. Aditya bertanya pada Puja  “kau piker aku melupakan ulang tahun mu dan kau pergi dari rumah?”. Aditya memegang kedua telinganya dan berkata “aku minta maaf…, aku benar-benar lupa hari ulang tahun mu.., aku benar-benar meminta maaf” . puja hanya tersenyum dan terdiam namun aditiya mengulangi ucapannya “ aku minta maaf…,  aku benar-benar minta maaf”. Puja mengatakan “tidak apa-apa Adi.., kau tidak perlu meminta maaf karena aku sudah terbiasa”. Aditiya berkata “terbisa dengan itu?”. Aditya menarik puja dan membawanya lebih dekat dengannya dan berkata “Wow.., drama emosional?” .. ratu tragisku?”.., cinta ku.. hidup ku?”. Puja hanya tersenyum, Aditya berkata “cinta ku tidaklah palsu, aku telah membuat kesalahan..,  mphon maafkanlah aku, aku mencintai mu, ku mohon tersenyumlah, senyum kecil?”. Puja mengatakan pada Aditya “ Baiklah Adi, sekarang biarkan aku berkemas”. Aditya menahan Puja dan menariknya “Tidak!” .., baiklah aku butuh senyuman yang lebar, aku butuh tawa mu yang tulus”. Puja berkata pada Aditya “Hentikan”. Adituya mengelitiki Puja dan Puja meminta agar ia menghentikannya dan tidak melakukannya, namun pakiannya terjatuh dan buku harian yang disembunyikannya terlihat oleh Aditya.

Aditya terkejut dan menatap Puja, Puja Nampak sangat tegang, Aditya merampas buku hariannya dan hendak akan membukanya. Aditya tersenyum dan berkata poda Puja “aku telah lama melihat buku harian mu sejak kita masih anak-anakl, sekarang kita bahkan sudah menikah!”.., aku harus tahu apa yang tertulis di buku harian ini”. Puja terlihat tegang dan kesal dan berkata “ Adi, kau tidak seharusnya membaca buku harian orang lain, berikan pada ku”. Aditya mengatakan “ Diantara pasangan tida ada hal yang pribadi”.., bukankah kau tahu semua kata sandi ku kan?”. Aditya membuka tali buku garian puja, dan pouja terlihat sangat tegang dan berkata pada Aditya “Adi, tolong kembalikan  itu pada ku\.., ku mohon”. Aditya kembali mengikatkan benang pada buku harian itu dan berkata “ Baiklah, aku tidak mau, aku tahu kau sangat menyukai privasi mu”. Aditya memberikan buku harian milik puja dan berkata “Ini, aku tidak  membacanya”. Puja merebut lasngsung buku harian itu dan memperbaiki posisi tali pada buku hariannya, Puja berbalik dan Aditya mengatakan pada Puja “Tapi suatu saat nanti aku akan melakukannya, aku ingin tahu apa yang kau tuliskan tentang suami mu”. Puja memasukkan buku harian tesebut dalam kopernya dan berkata pada Aditya “bahkan jika kau mencari tahu, kau tidak akan bisa melakukan sesuatu tentang hal itu, sekarang kau sudah menikahi ku”. Aditya bangun dari tempat duduknya saat ia terkejut dan menghampiri puja dn bertanya “Hei, apakah benar kau sedang menyembunyikan sesuatu?”. Puja berkata pada Aditya “ Adi, tidak ada orang di dunia ini  yang mau berbagi segalanya dengan sesorang, jika ada orang yang mengaku melakukannya, maka itu bohong”. Puja pergi namun Aditya menahannya, Aditya berkata dengan sangat jelas pada Puja “  sesorang pembohong adalah sesoarang yang menyembunyikan tentang kebenaran, sesorang yang menyembunyikan rahasia.., sesorang yang berbohong dan nama lain dari  berbohong adalah tipu daya.., curang”. Aditya terlihat marah dan Puja bertambah tegang. Aditya memegangi tangan Puja dan menatapnya, Puja hanya terdiam saat Aditya mengatakan “  dank au tahu aku benci dengan orang yang curang”.

Dirumah Zoya dan Yash, Yash bediri di balkon dan Zoya datang berkata “aku berfikir kita harus menuliskan Happy Anniversary (selamat hari jadi)  disini dengan kristal  agar terlihat lebih baik”. Yash berkata “Zoya, ku mohon sekarang jangan lakukan apa-apa.., kau sudah merusak gaun mu”. Zoya meletakkan tembikar berbentuk hatinya dan kemudian merangkulkan tangannya di leher Yash, Zoya berkata “sebelumnya aku terlihat cantik di seluruh pakian yang ku kenakan dan sekarang dengan sedikit tanah membuatnya sangat buruk?”. Yash mengatakan pada Zoya “  kau terlihat sangat cantik dimana-mana, setiap saat dan  disemua pakian, aku mencintai mu”.., tidak peduli apapun”. Zoya mengatakan pada Yash “  aku tiba-tiba meragukan itu, haruskah aku memujinya?” . yash bertanya “Bahaimana?” . Zoya lebih mendekat pada Yash namun Yash berkata pada Zoya “Zoya apa yang sedang kau lakukan?” .. Zoya… kau akan merusak pakian ku”. Zoya mengatakan “kau pasti bisa, lepaskanlah lalu… “. Zoya memeluk Yash dan menyandarkan kepalanya di dada Yash, Yash berkata “jadi itu rencananya untuk merayakan hari ulang tahun kita?” .., untuk bermain dengan kotoran itu?”. Zoya mengatakan pada Yash “ngomong-ngomong,  aku bertanya-tanya”. Yash “Ya”. Zoya berkata “ aku akan membersihkannya nanti” . mereka berpelukan kemudian hp Yash berdering, Zoya mengatakan pada Yash “biarkanlah”. Yash merasa keberatan “Yah, tapi sepertinya itu sangat penting”. Zoya marah dan bertanya pada Yash “ lebih penting dari pada istri mu?”. Yash mengatakan “tentu saja, aku harus memerikasanya”. Yash melepaskan rangkulan Zoya di lehernya dan berkata “maaf”. Yash menjauh dari Zoya dan membaca pesan di hp miliknya.

Sementara itu Puja berkata pada Aditya “Adi, aku ..”. aditya bertanya “apa yang sedang kau bicarakan?” Aditya menarik Puja “Kemari, duduklah disni”. Puja berkata “Aku punya ide”. Namun Aditya tetap memintanya untuk duduk “kau pasti akan menyukainya, aku akan menelpon kantor ku, aku akan bilang sakit dank au akan membatalkan perjalanan mu, kita akan pergi ke Dubai selama 2 hari, kita juga akan menundang teman sekolah, aku akan segera pergi dan mengambil ponselnya”. Adi mengambil hpnya di tempat tidur, Puja bertanya pada Aditya “ apakah kau akan mengirimkan pesan  kepada mereka di grup”. Adi berkata “iaya”. Puja berkata “dan dimarahi juga”. Aditya bertanya “kenapa?”. Puja mengatakan pada Aditya  karena kecuali kau semua orang tahu bahwa besok hari ulang tahun ku dan  bukan hari ini”. Adi Nampak kebingungan dan Puja berkata “bukankah ibu mertua mu mengatakan  bahwa hari ini hari ulang tahun ku, tapi tidak memberittahu mu kapan”. Aditya melemparkan ponselnya ketempat tidru dan kembali memegang kedua telinganya dan berkata pada Puja “ Sekarang, bahkan maaf tidak akan berhasil”. Puja mengatakan “tepat sekali” . aditya bertantya “ayolah lakukan satu hal”.., lupakai tentang Dubai, ayo kita pegi ke Paris”. Puja setuju “Ya,  ayo pergi keparis, setelah semua pengeluaran .., kau akan meminjam uang kepada ku setelah akhir bulan.. terima kasih, tapi aku tidak mau pergi ke Paris”. Aditya merasa kecewa, dan puja berkata “ dan selain itu, aku harus pergi ke Chennai untuk pameran ku.. kapten bahkan kau tidak bisa membatalkan penerbangan pada menit terakhir, baiklah kau akan kembali ke Khatmandu dan aku akan kembali ke Chennai dan kita akan merayakan ulang tahun bersama sebelum tengah malam”. Aditya bertanya “apakah kau yakin?”. Puja menjawab “Yakin”.
Puja berdiri di depan kaca cermin dan memaki  lipstuiknya, Aditya berdiri dibelakangnya dan memeluknya dari belakang, Aditya berkata “kau akan pergi, tolong jangan pergi”. Puja mengatakan “Adi, ayolah” .. bahkan bocah yang mengatakan  dialog ini sudah tumbuh dewasa, kapan kau akan tumbuh menjadi dewasa?”. Puja memeriksa kembali kopernya dan Aditya menjawab “Tidak akan pernah, aku tidak akan pernah tumbuh menjadi dewasa, aku akan menghabiskan hidup ku bersama dengan mu seperti ini, aku mencintai mu Puja”. Puja menurunkan kopernya dan akan pergi, Aditya menagannya dan berkata “ pergilah kemana pun yang kau inginkan, tapi ingat  tidak aka nada yang mencintai mu lebih dari aku”. Senyum di wajah Puja pun sirna ia menjadi sangat tegang.

Sementara itu, Yash juga menjadi tegang memeganggi Hpnya. Zoya membersihkan tangannya dari tanah liat hanya terdiam dan menatap Yash yang sedang membelakangi dirinya. Yash berkata "Zoya,  aku...,  aku harus pergi dari awal, sesuatu yang sangat mendesak telah muncul". Zoya sangat sedih dan berkata " Apa ini Yash?".., kau tetap di Mussoorie hanya  4 hari dalam seminggu.., lalu kau pergi kembali ke Mumbai.., Yash besok adalah hari jadi kita dan kau...". Yash berkata "aku tahu Zoya, peringatan hari jadi itu besok dan bukan hari ini..., aku akan pergi hari ini dan  akan kembali di malam hari, dengarkanlah aku akan kembali sebelum tengah malam, aku berjani pada mu, kita akan merayakan ulang tahun hari jadi kita bersama-sama". Yash menggenggam tangan Zoya dan meyakinkannya "Zoya, aku janji".

Zoya menjadi sangat kesal pada Yash dan bergegas masuk ke dalam rumah. Yash menjadi sangat tegang dan menghela nagfasnya. Didalam kamar, Zoya menggerutu sendirian saat merepikan pakian Yash " Yash aku harus  mengatakan .. mengatakan kau masih tetap menyendiri, sedikit terganggu". Suara Yash terdengar dan menegur Zoya yang sedang kesal "Apoa maksud mu?". Yash masih di balkon sedang mencukur kumisnya di depan kaca cermin dan berkata "aku mendengarkan ocehan mu setiap hari, dengan penuh perhatian.. Paman Hari melakukan ini dan Hasesna melakukan itu". Zoya mengatakan pada Yash " Kau  mendengarkan semua itu tapi kau tetap tidak melakukan apapun, sebelumnya kau yang mengatur  untuk membuat ulang tahun hari jadi kit, kau yang telah merencanakan untuk membawakan hadiah, sekarang...". Sebuah kotak perhisan kecil terjatuh di antara tumpukan pakian milik Yash, Zoya terkejut dan mengambil serta membukanya, Zoya tersenyum dan sangat bahagia saat melihat cincin berlian dan berkata "Yash.., Yash.., ini sangatlah menabjubkan..,  cincinya sangat indah". Yash terkejut dan pisau cukur melukai wajahnya, Zoya berlari menemui Yash dan Yash mengambil handuk untuk membersihkan luka di wajahnya.

Zoya begitu sangat gembira dan kembali menemui Yash di balkon " Yatuhan!..., Yash ini sangatlah indah". Zoya memeluk Yash dalam kegembiraannya dan berkata "Terima kasih banyak!" .., aku minta maaf karena telah mengatakan semua itu kepada mu, tapi cincin ini sangatlah indah Yash, terima kasih". Zoya berjingkrak dengan sangat gembira di hadapan Yash yang hanya terdiam menatapnya, Zoya berkata pada Yash "aku akan memakainya”. Zoya bingung saat memakai cincin itu di jarinya dan bertanya-tanya “Ini sangat sempit, apakah kau lupa dengan ukuran ku?”. Yash menjadi sangat gugup dan Zoya berkata “Yah, sebenarnya kau tahu apa itu”.., aku kehilangan berat badan ku, lupakanlah” .., aku akan memakinya setelah membungkusnya dengan benang hitam di sekitarnya, maka aku juga akan menarik mata jahat”. Zoya kembali memeluk Yash dan mengatakan “aku sangat mencintai mu, Yash…, terima kasih banyak”.. lihatlah cincin ini betapa indahnya kan?”.. sekarang aku tidak akan pernah melepaskannya, maaf kau teruskanlah mencukur”. Yash terlihat sangat tegang dan menghapus busa di wajahnya.

Sementara itu, Aditya membawakan tas milik Puja dan berkata “kembalilah segera”. Puja hanya berkata “Hmm”. Puja dan Aditya datang ke ruang makan, Puja menyapa ibunya dan juga mertuanya mereka berpelukan, Puja berpamitan akan pergi, Ibunya mengatakan pada Puja “semoga kau sampai tujuan”. Aditya memeluk ibu puja dan bertanya padanya “ kenapa kau tidak memberitahu pada ku bahwa ulang tahunnya besok?”. Ibu mertuanya berkata “Kau ini…”. Puja menghampiri Aditya dan memeluknya serta menucapkan selamat tinggal dan pergi, Aditya tersenyum dan melambaikan tangannya, namun senyumnya hilang saat ia melihat ayahnya sedang menuruni anak tangga besama dengan pelayan.

Ayah Aditya datang menemui istrinya dan besannya di meja makan dan mengucapkan selam “selamat pagi”. Istri dan besannya menyapa ucapannya dan ayah Aditya duduk besama dengan mereka di meja makan. Ibu Puja bertanya pada Aditya “Adi, apakah Puja pergi untuk pameran?”. Adi menjawab “Iya”. Ayah tiri Aditya membuka halaman Koran dan  berkata “ jika mereka pergi ke bandara, maka mereka pasti bisa untuk pergi bersama”. Aditya menjadi sangat kesal dan menatap ayahnya yang sedang duduk membaca Koran. Aditya berkata pada ibunya “ beri tahu pada tuan Hooda, bahwa istri ku dan juga aku tidak membutuhkan nasehatnya”. Ibunya berkata pada Aditya “nak, dia hanyalah mengajukan pertanyaan biasa, apakah perlu untuk menjawabnya kembali?”. Aditya berkata pada ibunya “apakah dia pernah menjawab pertanyaan ku dengan benar?” .., jadi jangan pernah berharap bahwa aku akan menjadi anak yang sempurna”. Ayah trinya menatap Aditya, Aditya berkata “bagaimana pun ibu mertua, puja akan pergi ke Chennai dan aku akan pergi ke Khatmandhu, terminal kami tidaklah sama”. Adita pergi dan berkata “aku akan sarapan di bandara”. Ibu Puja menatap ibu Aditya.

Yash berpamitan pada Zoya Yash menatap Zoya dan Zoya melambaikan tangannya, Yash mengatakan “selamat tinggal”, Yash tersenyum dan masuk kedalam mobilnya dan pergi. Zoya berkata “aku tahu Yash, itu sesuatu yang sangat penting dan itulah mengapa kau meninggalkan aku sendirian disini dan pergi, tapi aku tidak tahu.., aku tidak tahu mengapa aku merasa sangat gelisah, tidak peduli kenapa Yash pergi, aku tetap membenci mu”. Zoya tersemyum saat menatap cincin berlian di tangannya dan berkata “setidaknya kau ada disni, bahkan jika Yash tidak ada disni, bersama kita akan merencanakan ulang tahun  hari jadi kita”. Zoya mengecup cinci itu dan bergegas masuk kerumah namun ia berbalik saat suari petir bergemuruh dan menatap ke atas langit. Zoya terlihat cemas dan mengatakan “Ya tuhan, cuacanya pasti buruk hari ini, aku berharap penerbangannya tidak tertunda karena cuaca dan dia pulang terlambat”.

Di bandara, Aditya mengenakan pakiannya sebagai kapten ia berjalan besama dengan dua pramugari dan tersenyum menyapa semua orang. Aditya menerbangkan pesawat dan cuaca menjadi sangat buruk, Aditya menyambungkan spiker dan menyapa semua penumpang peswat “ Ini kapten kalian Aditya Hooda” .. tidak ada yang perlu di khawatirkan, ini adalah turbalensi yang sangat normal sama seperti naik roller coaster, jadi pasanglah sabuk pengaman kalian dan nikmatilah perjalanan” . Aditya memasang otomatis pilot di peswatnya dan ko pilotnyya bertanya pada Aditya “Kapten”. Aditya mengatakan “Ya” . seorang pria tua yeng menjadi penumpang merasa sangat tegang dan ia terkena serangan jantung dan memegangi dadanya. Seorang wanita bersama pria tua itu bertanya “ apa yang terjadi pada mu.., apakah kau baik-baik saja?” . pria tua menjawab “aku sedang menderita nyeri dada”. Semua penumpang di pesawat terkejut dan menatap pria tua yang sedang kesakitan. Wanita yang duduk di sampingnya bertanya kepada semua penumpang “ apakah ada dokter di penerbangan ini?..., tolong ambilkan air”. Seorang pramugari datang menghampri mereka, wanita yang duduk di sebelah pria tua bertanya berulang kali “apakah kau baik-baik saja?” . pramugari berlari membawakan segelas air minum.

Aditya menerbangkan peswatnya dan kemudian menyalakan radio di peswatnya mengabarkan bahwa “datanglah dalam penerbangan peswat  7 C4 “. Aditya mengatakan “masuklah ATC”. ATC mengabarkan pada Aditya “Kapten Hooda, ada peringatan angina di depan, kondisi cuaca sangatlah buruk, ambilah jalan memutar dan kembalilah ke Delhi”. Aditya menyalin perintah dari ATC.  Pramugari masuk menemui Aditya “Kapten, ada masalah”.., penumpang di kursi 25 D mengalami nyeri dada”. Aditya meyakinkan pramugarinya untuk tenang, dan berkata “biarkan aku berbicara dengan ATC” Adita mengatakan “datanglah ATC, masuklah” pihak ATC mengatakan “Silahkan penerbangan”. Aditya mengatakan “ ini kapten yang sedang berbicara, ada seorang pasian dengan penyakit jantung dalam penerbangan, kami harus segera mendarat, tolong berikanlah saran”. Pihak ATC memberikan arahan kepada Aditya “ bandara terdekat ada di bandara Jolly Grant, di Dehradun”. Aditya menyalin saran dari ATC. ATC kembali memberi tahu pada Aditya “ harap diketahui, jarak pandang disana sangatlah rendah, tidak memungkinkan untuk mendarat disana, silahkan terbanglah kembali ke Delhi” . aditya mengatakan “aku akan mengatasinya, kau bersihkan saja landasannya”. Co-Pilot sangat cemas dan mengatakan pada Aditya “Adi,  dalam kondisi seperti ini kita akan mendarat di tengah-tengah pegunungan, apakah kau sedang menaruh kehidupan orang lain dalam bahaya untuk menyelamtkan kehidupan orang lain?” . adi meyakinkan Co-Pilot “jangan khawatir, hari ini tidak akan ada nyawa yang akan hilang” .., tidak aka nada yang akan terjadi, aku akan menanganinya”. Co-Pilotnya bertanya pada Aditya “Iya, lalu bagaimana kau akan melakukannya?”. Aditya mengatakan “seperti ini”. 

Aditya kembali menyalakan spiker ke bagian penumpang dan berkata “ Para penumpang sekalian, ini kapten kalian lagi.., kerena keadaan darurat, kami akan mendarat di bandara Jolly Grant, Dehardun”. Aditya menghela napasnya dan memutar balik peswatnya dan  akan segera mendaratkan peswatnya, Co-Pilot sangat terlihat tegang dan Aditya memperhatikannya, akhirnya peswat berhasil mendarat dengan selamat. Semua penumpang di peswat terlihat sangat cemas dan mereka bersyukur, Aditya mengedipkan matanya pada co-pilot, bebrapa tim medis datang untuk menyelamatkan pria dengan nyeri di dadanya  seorang pria berkata “permisi, apa yang sebenranya terjadi?” dan pria itu memapahnya dan membawanya pergi. Aditya meminta agar tim medis menjaganya. Istrinya berkata pada Aditya “terima kasih kapten”. Aditya berkata “dengan senang hari”. Istri pria penderita nyeri dada / gagal jantung mengatakan pada Aditya “tuhan memberkati mu”. Seorang penumpang pria memuji aditya berkata “kerja yang bagus kapten,  kau telah melakukan pekerjaan yang hebat”. Semua penumpang di dalam kabin pesawt bertepuk tangan untuk kapten Aditya Hooda, dan Aditya tersenyum dengan bangga. Aditya berkata pada semua penumpang “  Bailklag, tenang..,  aku piker kita akan terbang kembali dalam 5 menit lagi”. Semua penumpang setuju dan kembali ke tempat duduk mereka masing-masing. Co-pilot datang menemui Aditya dan berkata “Aku telah kembali menghubungi ATC, mereka tetap mengatakan hal yang sama”. Aditya terkejutt “apa?”. Co-pilot berkata pada Aditya “tidak memungkinkan untuk terbang dalam cuaca kabut seperti ini.., jadi kita tidak bisa terbang ke Kathmandhu”. Aditya mengatakan pada Co-pilot “bagaimana apanya?”.., besok adalah hari ualng tahun puja, aku harus sampai di Mumbai malam hari pada hari ini”. Co-pilot berkata “aku mengerti, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.., tap disana Mussorie satu jam lagi”  jadi aku kira kau bisa pergi kesana”. Aditya mengatakan pada co-pilot “mungkin saja disana aku akan mendapatkan hadiah”. Co pilot setuju dengan pendapat Aditya “Iya”. Aditya pergi dan beterima kasih pada co-pilotnya, Co pilot mengikuti Aditya di belakangnya”

Zoya datang ke rumah ibunya dan memanggilnya  “Ibu,  ini Zoya baru saja tiba”. Zoya masuk kedalam rumahnya.  Zoya duduk  dan menatap langit yang cerah dan ia bersyukur bahwa  matahari telah terbit dan memejamkan matanya, semoga Yash pulang dengan cepat”. Adik Zoya (Noor) datang membawakan satu kaleng minuman dan terkejut “Kakak kau disini,  minumlah cola ini.., minumlah itu cola diet”. Ibu zoya tersenyum  duduk di samping suaminya yang saat itu sedang membaca Koran dan berkata “  mereka tidak ingin mentega dicampurkan kedalam makanan, dan gula kedalam the mereka, semkipun mereka berdua sangatlah kurus, apakah kau masih ,mau meminum cola diet itu?” . Noor hanya tersenyu, dan ibun berkata “  aku pikir ini sangatlah cepat jika kedua puti ku di tiup oleh angin”.

Zoya menimpali ibunya “Ibu ku sayang, Ibu Zoya tersenyum dan memperhatikan ucapan Zoya saat berkata “orang-orang berkata jika di keluarga/ klen Soddiquo mempunyai hidung yang sangat runcing seperti ini, bahkan jika kami menghilang maka hidung kami pun akan tetap smaa” zoya dan Noor tertawa dan mereka tos, Noor sangat terkesan dengan cincin berlian di jari Zoya dan berkata “ Hei, perlihatkanlah pada ku”. Noor memegangi tangan Zoya dan berkata “ Wow, cincin ini sangatlah indah, bahkan aku tidak pernah tahu jika kakak ipar ku memiliki pilohany yang sangat baik!. Zoya mengangkat tangannya dan memukulnya, Zoya berkkata pada Noor “Dia memang punya pilihan yang sangat baik…,  karena ia menikahi aku”. Noor berkata “Tapi sepertinya cincin itu agak kendor/ longgar”. Zoya pun mengakuinya “Iya hanya sedikit saja”.

Ayah zoya berkata pada istrinya (Roshna/ Ibunya Zooya dan Noor)  yang sejak tadi menyiapkan hidangan berkata “Roshna, tiap kali aku memberlikan mu cincin  untuk mu…,  maka aku akan mengambil ukuran mu di toko perhiasan dan bahkan itu sangatlah umum”. Zoya kesal saat mendengar ayahnya berbicara dan memperhatikannya. Ayah Zoya menambahkan “maksud ku, itu lebih masuk di akal.., yang sudah tidak lagi minum.., Hosna apakah kau mengerti?”. Roshna mengatakan pada suaminya “Wasim, kau sudah mulai melakukannya lagi.., jika Zoya berhenti masuk ke rumah ini, maka kaulah yang akan segera mengerti akan segalanya” .., katakanlah pada ku tentang sesuatu, kenapa  kau selalu punya  persaingan dengan Yash dalam semua masalah?”. Wasim menjawab “aku telah kalah  dalam persaingan lima tahun yang lalu, Zoyalah yang telah memutuskannya”. Zoya tertunduk takut dan Wasim mengatakan “ .., yang memainkan pernanan penting dalam hidupnya”. Hosna memberikan secangkir teh kepada Wasim dan berkata “ Birkanlah yang sudah lewat, minumlah teh ini”. Noor menegur Wasim “ ayah.., bisikan mu sangatlah keras, bagaimana jika tetangga kita tahu tentang politik yang terjadi di dapur kita?”. Wasim kesal dan hanya terdiam saja, Noor kembali mengajak Zoya untuk berbicara dan berbicara padanya “ lagi pula, apa yang akan kau berlikan untuknya?” .. Noor mulai berfikir dan berkata “ biarkan aku menebaknya?”. Zoya hanya menatap Noor, dan Noor mulai menebaknya “itu pasti tembikar  yang sangat luar biasa kan?”. Zoya tersenyum dan bertanya  pada Noor “ aku tahu, diantara keluarga hanya kau saja yang bisa menebaknya.. dan katakanlah pada ku apa yang aku buat?”, noore mnatakan “mengapa kau bisa memberikan hadiah yang konyol seperi itu?” .., meskipun kau kakaknya Noor?”.., hai Zoya!.., hadianya  seribu kali lebih baik daripada kau, kau telah mempermalukan kami”. Wasim mengatakan “ keluarga Aurota tidak akan pernah lebih baik dai pada keluarga Siddqui”. Zoya dan Noor menatap ayah mereka dengan heran. Noor berkata pada Zoya “kakak, mari kita bermain”.

Wasim bergegas pegi masuk kedalam rumah mereka, Hosna menatap kedua putrinya dan terlihat sangat cemas. Wasim ada di ruang tamu, ia berdiri mengambil buku dan membukanya. Hosna masuk menyusul suaminya diruang tamu dan berkata “Wasim, dengarkanlah aku, itu sudah berlalu sejak lima tahun, lupakanlah  apa yang sudah terjadi atau kau hanya akan menyebabkan masalah yang rumit atas dasar agama”. Wasim menatap Hosna dan bertanya “kau masih saja berlum mengerti aku meskipun telah bersama selama 30 tahun?”.. aku tidaklah semudah itu untuk membawa agama ku di antaranya.., masalah aku tidak peduli dengan agama, Yash tidak akan pernah cocok dengan Zoya.., suatu hari nanti semua akan mendapatkannya”. Hosna bertanya pada Wasim “lalu apakah yang akan merreka ketahu?”.., sementara kau berbicara soleah-olah dia telah melakukan kejahatan?” .., lakukanlah satu hal” .., pernahkah kau melihat cincin yang di berikan Yash pada Zoya?”.., pernahkah kau melihat ukuran cincin berliannya?, tunggu saja disini”. Hosna kemudian memanggil putrinya Zoya untuk masuk kedalam rumah mereka. Hosana meyakinkan Wasim dan berkata “ kau akan senang melihatnya”. Sementara itu Zoya menyauti ibunya “Iya, ibu”, Zoya pun datang menemui ibunya dan menghentikan langkah kakinya. Hosne meminta pada Zoya “datanglah dan [erlihatkan cincin itu pada ayah mu”. Hosne menghampiri Zoya “kemarilah “. Wasim terlihat sangat kesal dan Hosana mengajak Zoya datang menemui ayahnya.

Hosna memperlihatkan tangan Zoya dan berkata pada Wasim “lihatlah, cincin ini sangatlah indah”. Noor pun tersenyum melihat mereka. Wasim melirik kearah lain dan berkata “Zoya benar ketika mengatakan bahwa  Yash  memiliki selera yang sangat bagus.., aku pun berharap aku bisa mengatakan hal yang sama  tentang putri ku”. Zoya terkejut dan senyum di wajahnya menghilang saat mendengar ucapan Wasim.  Wasim berbalik membelakangi Zoya, namun Zoya berkata pad Wasim “ayah.., ayah.., Yash telah bekerja sangat  keras, syukurlah perusahaannya juga berjalan dengan baik, Yash terus bekerja sepanjang hari, dan hanya aku bukanlah penggemar kota besar, dia membiarkan aku tetap tinggal di mussorie dan dia berkerja di Mumbai, Yash berpegian kesana kemari dari Mumbai ke Mussorie setiap minggu, tapi dia tidak pernah sekalipun mengeluh.., dan yang paling penting adalah dia telah membuat aku sangat bahagia, jadi ayah.., jawablah aku, suami siapakah yang telah menjadi sangat baik?” .., jawablah aku”. Wasim berkata “jika sekarang aku mengatakan apapun, maka akan sangat jelas kau akan salah untuk menafsirkannya, akan lebih baik bagi ku untuk tetap diam” . zoya mengatakan “dan itu akan  menjadi lebih baik, jika sekaligus aku pergi”. Zoya pun pergi dan mengambil tasnya, Noor mencoba untuk mencegahnya “Zoya”. Noor kesal dengan Wasim, dan mengejar Zoya di luar “Zpya, dengarkanlah aku”.., mau kemana kau akan berlari?”. Zoya membuka pintu mobilnya dan masuk kembil namun Noor berkata “Zoya, dengarkanlah aku!”. Noor membuka pintu mobil dan duduk di bagian belakang berkata “ baiklah, setidaknya berikan aku tumpangan ke Mall road/ jalan mall”. Mereka pun pergi dari rumah ayah dan ibu.

Aditya datang mengunjungi galeri lukisan,  pelayan toko disana datang menemui Aditya “ Hallo pak, apakah kau sedang mencari sesuatu?”. Aditya membalas “Halo…, apakabar?... apakah kau mencari sesuatu yang istimewa?”. Aditya mengatakan” aku akan mengenalinya begiyu aku melihatnya”. Pelayan toko berkata “tidak masalah, pak”. Pelayan toko pergi dan ternyata Zoya pun datang ke toko yang sama. Aditya melihat-lihat semua barang di toko, begitu juga dengan Zoya yang berada di sisi toko yang sama,  Zoya tersenyum saat menyadari akan sesuatu Aditya dan zoya teringat saat-saat bersama dengan pasangan mereka masing-masing. Zoya bergegas pegi ke suatu tempat dan Adita pun menyusul di belakangnya, mereka berdua mengambil sebhau mikrofon mini, Zoya dan Aditaya sama-sama memeganginya dan bertatapan;. Zoya  memutuskan akan membelinya, Aditya mengatakan pada Zoya “apakah kau berfikir jika aku ini pelayan toko?”. Zoya mengatakan “aku minta maaf,  kau merasa kau .., itu bukan pekerjaan yang buruk”. Aditya meminta “Jauhilah aku ..,  kau disni untuk membeli hadiah, terima kasih”. Aditya mengambil gramafon itu dari tangan Zoya, namun Zoya menariknya. Mereka mulai berebutan barang yang sama dan saling menarik satu sama lainnya.

Aditya mengatakan pada Zoya “aku sangat menyesal, kau sudah memulai dengan langkah kaki yang salah tapi aku sangat membutuhkan karunia ini, sebenarnya aku sangat membutuhkan hadiah ini untuk orang dan acara yang sangat sepsial”. Zoya menariknya dan mulai berdebat dengan Aditya “ bahkan aku juga akan mengatakan hal yang sama kepada mu, aku juga membutuhkan hadiah ini untuk orang yang sepesial dan juga untuk acara yang special, percayalah pada ku”. Aditya merebutnya dan berkata “Kami berdua.., akulah yang telah melihatnya lebih dulu”. Zoya menarik ke sisinya dan berkata “tapi aku mengambilnya lebih dulu, jadi ini milik ku”. Aditya mengatakan pada Zoya “ini bukanlah tempat duduk bus, kau tidak bisa mengklaimnya hanya karena kau telah menyentuhnya”. Zoya mengatakan pada Aditya “aku tidak berpergian dengan menggunakan bus lalu bagaimana aku bisa tau hal itu?” zoya berhasil merebut dan berkata “gramafon ini milik ku”.

Aditya mulai berfikir dan mengambil dompetnya kemudian bergegas pergi ke kasir untuk membayar gramafon, Zoya mengejar dan berlari dibelakangnya. Aditya datang menemui kasir dan berkata “siapkan  tagihan Gramafon itu”, dan memberikan kartu kepada kasir. Zoya sampai disana dan menegur kasir “permisi paman!.., bagaimana kabar mu?” . Paman Kasir menjawab “Zoya, aku baik-baik saja, lalu bagaimana dengan mu?” . zoya mengatakan “kabar ku baik-baik saja, bagaimana dengan jenny?” . Paman kasir menjawab “dia baik-baik saja” . Zoya tersenyum dan berkata “Besok, ulang tahun hari jadi aku dan Yash, aku tidak menemukan apapun sesuai dengan pilihannya, kemudian aku menemukan gramafon ini dan aku sangat sadar  bahwa Yash sangat menyukai lagu-lagu lama”. Paman kasir mengatakan “ ya benar sekali, kau telah memilih  hadiah yang indah”. Aditya mengingatkan pada kasir itu “Paman…”. Paman kasir berkata “ ada banyak hal yang indah di toko ku, kau bisa memilih hadiah yang lainnya”. Zoya tersenyum dan menatap Aditya. Aditya menjadi sangat kesal dan memperingatkan kasir “Paman Charlie, ini sangatlah tidak adil” , aku yang  pertama telah datang kemeja kasir ini, aku yang telah memberikan kartu itu pada mu, bahkan kau telah menggeseknya.., sekarang kau memberitahu ku untuk membeli beberapa barang?”. Paman kasir berkata “aku telah membatalkan transaksi, uang bukan berarti segalanya, sesorang juga memiliki emosi, ini adalah hari jadi Zoya”. Zoya tersenyum dan mengangguk.

Aditya mengatakan “sunggukah paman?.., emosinya sangat berharga dan emosi ku sama sekali tidak memiliki nilai?”. Zoya tersenyum dan melambaikan tangannya, lalu Aditya pergi dengan raut wajah kesal. Zoya berkata “kemaslah ini paman” . Aditya datang dihadapan Zoya dan menghdang jalannya, Adita mengatakan “kau jangan terlalu senang, kau telah merampas barang ku”. Zoya mengatakan “tidak akan pernah ada yang bisa merebutnya, itu milik mu?”. Aditya mengatakan “apakah kau yakin”. Zoya mengatakan “ya”. Aditya mengatakan “baiklah, aku minta maaf”. Zoya bertanya “kenapa?” . aditya melempar uang dan meampas gramafon dari tangan Zoya “kena kau” dan bergegas berlari. Zoya mengatakan “Hei!.., pencurri”. Zoya mengejar Aditya yang terus berlari didepannya. Zoya mengejar dan berhasil menghadang Aditya yang telah berlari membawa gramafon, Zoya mengatakan “itu milik ku, berikan poda ku”. Aditya mengatakan “maaf,  tidak aka nada yang bisa merebutnya, apakah ini milik mu?” . aditya kembali melarikan diri dan Zoya kembali untuk mengejarnya, Zoya mengambil jalan pintas dan Aditya terlihat sedang duduk kelelahan di dagangan milik orang.  Zoya menghampiri Adita dan menepuk pundaknya, Aditya pun terkejut, Zoya meminta “Beikan itu pada ku”. Aditya kembali berlari dan berkata “apakah kau tidak lelah?”. Adstya terus berlari dengan membawa gramafon milik Zoya ditangannya dan Zoya puun berlari mengejar dibelakangnya.

Aditya tersenyum senang dan mengira Zoya telah berthenti mengejar dirinya, beberapa iringan pawai sedang berlangsung saat itu, Zoya pun akhirnya sampai mengejar Aditya dan berdiri di belakangnya, Zoya kembali menepuk pundaknya dan menegurnya, Zoya  kelelahan dan bertanya pada Aditya “apakah kau mencari ku?” . aditya hanya tersenyum dan mengangguk, Zoya mengatakan “aku tidak akan kehilangan barang ku dank au adalah pria yang tidak tahu malu, kau tidak memiliki sopan santu, kau tidak memiliki moral”. Aditya mengatakan pada Zoya “baiklah, aku pria yang tidak tahu malu dan aku tidak bersikap selayaknya pria.., apa maksudmu aku laki-laki yang tidak bermoral?” . zoya mengatakan “kau pria yang tidak higienis,  aku sedang berbicara tentang diri mu.., maksud ku kau sangat pelit .., berikan barang itu pada ku, berikan” .., itu mili ku, berikan pada ku”. Aditya menghempaskan bubuk warna merah di tangan zoya, Zoya ketakutan dan Aditya tersenyum, Adita kembali bergegas berlari meninggalkan Zoya, Zoya melihat pakiannya telah kotor, ia sangat kesal saat Aditya berhasil melarikan diri.

Aditya sampai di suatu tempat  yang aman dan ia duduk disana kemudian mengeluarkan gramafon dari pembunngkusnya. Hp Zoya berbunyi begitu juga dengan hp Aditya. Aditya dan Zoya terkejut saat mendapatkan telpon dari sesorang. Aditya bangkit dan gramafon terjatuh, disisi lain Zoya meitihkan air matanya, Zoya berlari dan Adita pun pergi. Tim penyelamat mengangkat sebuah mobil dari jurang, mobil itu pun hancur penuh dengan bercak darah. Zoya dan Adiya mereka masing-masing pergi kesuatu tempat.  Malam hari, pihak penyidik sedang memeriksa mobil yang hancur tersebut, polisi meminta agar timnya memeriksa dengan baik, Zoya datang ke tempat kejadian begitu juga dengan Aditya. Zoya dan Aditya terkejut memandangi mobil yang telah hancur dan rusak parah. Zoya dan Adita melihat pada dua zenajah yang telah di bungkus kain putih dan di kelilingi oleh beberapa orang petugas medis dan juag polisi.

Hembusan angin bertiup dan menghempas, wajah Yash yang sudah tidak bernyawa terlihat oleh Zoya, Zoya pun tersentak kaget saat melihat kondisi Yash, Zoya mengingat janji Yash bahwa ia  telah berjanji akan pergi dan akan segera kembali pada malam hari, zoya terperangah dan menangis berlinangan air mata, kakinya tidak mampu untuk berdiri ia pun terjatuh ditanah. Aditya hanya terdiam dan juga menangis, ia menghampiri jenazah dan membuka kain putih, ia pun terkejut saat melihat puja telah tidak lagi bernyawa. Aditya menangis sedih dan menjerit memanggil istrinya “Puujaaa”, Zoya tersentak kaget dan menyadari akan sesuatu, ia pun bangkit dan berjalan ke samping jenazah Yash. Aditya mengangkat kepala Puja dan menangisi kepergian Puja, begitu juga dengan Zoya yang menaruh kepala Yash di pangkuannya, namun kenyataan pahit di depan mata Aditya yang saat itu melihat saat penutup kain membuka bagian tangan dan Adita melihat Yash dan Puja bergenggaman tangan satu sama lain, Aditya mengingat semua kata-kata puja. Wajah Aditya terlihat marah dan meletakkan kepala Puja, Zoya menangis dan menatap Aditya dan ia pun menyadari bahwa tangan Yash dan Puja saling bergenggaman tangan, Zoya menatap jenazah Yash dan ia menatap wajah penuh amarah Aditya, Zoya bergegas bangun dan mengangkat kepala Yash dari pangkuannya, Zoya tampak kebingingungan, Zoya dan Aditya terpaku pada kedua tangan Yash dan puja.

Precap: Aditya memberitahu Zoya bahwa pasangan mereka menikmati bersama dan membodohi mereka. Zoya menamparnya. Dia menghancurkan apa yang telah dia ciptakan. Zoya memutuskan untuk pergi ke Mumbai. Baik Aditya dan Zoya terus bertemu satu sama lain dalam perjalanan mereka. Dia mengatakan kepada Aditya bahwa hidup mereka terikat satu sama lain bahkan jika mereka menginginkannya atau tidak!.ya

Comments